どうも!ぼちゃんです!
Perkenalkan aku Bochan, salah satu member YOKAI dengan pengalaman kurang lebih selama 2 tahun di Wotagei.
Ini kali pertama aku menulis sebuah artikel khusus perihal Wotagei, dengan tema kali ini adalah
"Mengapa timing lebih penting daripada gerakan sulit".
Mungkin akan sedikit panjang karena pada dasarnya aku sendiri suka dengan menulis atau menuangkan pikiranku dalam bentuk tulisan. Tapi sebelum itu aku ingin disclaimer bahwa artikel ini aku dasarkan dari pendapat pribadi.
1. Musik dan Gerakan
Mari kita mulai dari awal, seperti yang kita ketahui Wotagei itu mirip dengan menari yang dimana kita bergerak mengikuti alunan musik. Banyak orang berpikir bahwa semakin banyak Waza yang dilakukan, semakin bagus juga performanya. Padahal, penonton tidak akan menilai seberapa sulit gerakan yang dilakukan tapi seberapa tepat gerakan tersebut menyatu dengan musik.
Musik itu sendiri terdiri dari banyak bagian, namun yang ingin aku angkat disini adalah beat/ketukan. Mengapa demikian? Banyak sekali aku melihat orang melakukan Wotagei dengan off-beat/tidak sesuai ketukan. Dari aku sendiri memaklumi jika kalian merupakan seorang pemula yang baru saja terjun ke dunia Wotagei. Namun jika hal itu tidak segera kalian perbaiki maka kalian akan kesulitan untuk improve/berkembang.
Waza (技) disini aku akan bahas tentang Sabi Waza (サビ技) atau lebih gampangnya gerakan-gerakan yang biasa dilakukan saat chorus berlangsung, contohnya:
- Thunder Snake
- Muramasa
- Amaterasu
- dll.
Setiap gerakan-gerakan tersebut terdiri dari 32 (8 x 4) ketukan dan musik pada bagian chorus umumnya juga memiliki jumlah ketukan yang sama.
Namun dalam sebuah Waza, setiap gerakan tidak pasti dihitung 1 ketukan — ada gerakan yang memerlukan 2 ketukan hingga beberapa ketukan. Kita ambil contoh gerakan Torch, gerakan Torch itu merupakan gerakan yang cukup advance dalam Wotagei, dimana tidak semua orang bisa melakukannya dengan flawless dalam sekali percobaan, perlu latihan dan penguasaan untuk mencapai hasil yang terbaik.
Musikalitas dalam Wotagei merupakan pondasi penting yang tidak boleh terlewatkan.
Selain itu sebenarnya ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi performa Wotagei, untuk penjelasan detailnya akan dibahas dalam artikel lain.
2. Sinkronisasi
Wotagei saat ini sering kita jumpai sebagai penampilan individu/kelompok. Kedua hal itu memiliki kesamaan, yaitu sinkronisasi dengan musik.
Dalam sebuah penampilan/pertunjukkan tentunya akan ada penonton dari berbagai kalangan, tidak semua orang mengetahui dan mengerti apa itu Wotagei.
Jika dalam sebuah penampilan ada sebuah gerakan dilakukan tepat ketika setiap ketukan, penonton akan merasa puas dengan perpaduan antara audio dan visual. Sebaliknya, jika gerakan yang dilakukan itu sangat rumit tetapi terlalu cepat/terlambat sehingga mengakibatkan off-beat, tidak peduli sesulit apa gerakan kalian, jika tidak sesuai ketukan maka penonton juga akan merasa "aneh" walaupun tidak tahu apa penyebabnya.
Itulah mengapa sinkronisasi dapat memberikan kesan yang lebih kuat daripada gerakan yang rumit. Karena gerakan yang rumit/sulit tidak akan terlihat sulit jika timing-nya salah.
Performer yang memiliki timing baik biasanya tidak hanya menghafal gerakan, namun juga memahami struktur lagu yang akan dibawakan. Karena itu, gerakan yang dilakukan terasa memiliki jiwa, bukan sekedar yang penting gerak.
3. Kesimpulan
Timing lebih penting daripada gerakan sulit karena timing merupakan penghubung antara performer, musik dan penonton. Gerakan-gerakan sulit memang secara penampilan keren, tetapi tanpa timing yang baik, itu semua hanyalah gerakan kosong.
Pada akhirnya, penonton jarang mengingat seberapa sulit gerakan yang dilakukan, tetapi mereka lebih sering mengingat bagaimana gerakan itu terasa menyatu dengan musik.
Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis.