YOKAI : Sejarah Kami

YOKAI : Sejarah Kami

By YOKAI

Yokai

Setiap perjalanan besar selalu dimulai dari langkah yang sederhana.

Yokai berawal dari sekelompok kecil orang yang hanya ingin mengisi waktu luang dengan melakukan sesuatu yang mereka sukai. Saat itu kami belum memiliki nama, belum memiliki identitas, bahkan belum pernah membayangkan bahwa perjalanan ini akan membawa kami sejauh sekarang.

Di masa-masa awal, belajar wotagei bukanlah hal yang mudah. Referensi masih sangat terbatas sehingga kami mempelajari semuanya secara otodidak melalui video-video yang berhasil kami temukan lewat reels instagram maupun Youtube yang sangat singkat. Setiap gerakan kami amati berulang kali, setiap detail kami diskusikan bersama, lalu kami mencoba memahaminya satu per satu hingga menjadi bagian dari diri kami.

Bagi kami, wotagei tidak pernah sekadar menghafal waza. Di balik setiap gerakan terdapat beberapa unsur penting yang harus dipahami:

  • Ritme
  • Ketepatan
  • Siluet
  • Koordinasi
  • Ekspresi

Justru detail-detail kecil itulah yang membuat kami semakin bersemangat pada hal ini.

Semangat tersebut terus bertumbuh. Dari yang awalnya hanya beberapa orang, kami mulai mengajak teman-teman lain untuk berlatih bersama dan membangun wadah yang memiliki tujuan yang sama.

Beberapa bulan kemudian, kami mendapatkan kesempatan untuk tampil pertama kali di suatu event Jejepangan. Penampilan itu menjadi awal penting dalam perjalanan kami.

Kami menyusun koreografi untuk pertama kali:

  • Merakit lightstick handmade sendiri
  • Menghafalkan berbagai waza
  • Berlatih agar memberikan penampilan terbaik

Dari panggung sederhana itu kami menyadari bahwa kami bukan lagi sekadar sekumpulan teman yang memiliki hobi yang sama, melainkan sebuah tim yang ingin terus berkembang.


Lahirnya Yokai

Seiring bertambahnya pengalaman tampil, muncul sebuah pertanyaan sederhana.

"Jika kami ingin terus melangkah, bukankah kami membutuhkan sebuah identitas?"

Nama pertama yang kami pilih adalah Rizumu no Keikai, yang memiliki makna "Kewaspadaan terhadap Ritme". Filosofi tersebut lahir dari keyakinan bahwa ritme adalah pondasi utama dalam wotagei. Tanpa pemahaman terhadap ritme, sebuah gerakan tidak akan pernah terasa hidup.

Di saat yang sama, beberapa anggota mengusulkan agar nama Yogyakarta menjadi bagian dari identitas kami karena kota inilah tempat semuanya dimulai.

Awalnya kami sempat ragu. Membawa nama Yogyakarta terasa seperti tanggung jawab yang besar bagi tim yang masih sangat muda. Namun kami percaya bahwa suatu hari nanti kami mampu tumbuh dan membawa nama tersebut dengan bangga.

Dari situlah lahir nama Yogyakarta Keikai.

Leader kami, Vins, kemudian menyadari bahwa nama tersebut dapat disingkat menjadi Yokai. Bersamaan dengan itu, lahirlah filosofi dan konsep Tim yang hingga kini menjadi identitas kami.

"Illuminate Darkness with the Rhythm"

Filosofi tersebut menggambarkan keyakinan kami bahwa melalui cahaya, ritme, dan semangat yang kami bawa di setiap penampilan, kami dapat memberikan energi positif kepada siapa pun yang menyaksikannya.

Sejak saat itu, "Yokai" menjadi identitas kami.


Perjalanan yang Terus Berkembang

Sejak berdiri, Yokai telah tampil di berbagai event jejepangan, berkolaborasi dengan idol lokal, mengisi anniversary fanbase, hingga menghadirkan berbagai pertunjukan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Namun perkembangan kami tidak hanya terjadi di atas panggung.

Setiap hari Jumat, kami berkumpul di sekitar UGM, sebuah tempat yang kami sebut TIKUM. Di sanalah proses berlatih kami berlangsung hingga hari ini.

Setiap anggota mempelajari waza secara otodidak sebelum berlatih bersama. Saat TIKUM berlangsung, kami saling mengevaluasi:

  • Detail gerakan
  • Sinkronisasi
  • Ritme
  • Siluet
  • Ekspresi

...agar setiap penampilan dapat mencapai kualitas terbaik.

Metode tersebut menjadi budaya berlatih kami. Setiap anggota bertanggung jawab atas perkembangan dirinya sendiri sekaligus membantu anggota lain untuk berkembang bersama.

Kami percaya bahwa kualitas sebuah tim lahir dari kualitas setiap individunya.


Lebih dari Sekedar Performance

Seiring bertambahnya pengalaman, kami ingin memberikan kontribusi yang lebih besar bagi komunitas.

Kami kemudian menyelenggarakan Hyakki Yagyou, sebuah event battle yang mempertemukan para uchishi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Acara tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar kami sekaligus menjadi bentuk kontribusi Yokai terhadap perkembangan komunitas wotagei di Indonesia.

Tidak berhenti di sana, kami juga mulai mengeksplorasi dunia konten sinematik.

Kami ingin menghadirkan pengalaman visual yang berbeda dari video wotagei pada umumnya, melalui:

  • Penggunaan stabilizer
  • Pergerakan kamera yang dinamis
  • Pemilihan angle
  • Transisi yang halus
  • Konsep visual yang matang
  • Proses editing yang lebih sinematik

Bagi kami, kualitas visual bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi media untuk memperlihatkan keindahan gerakan wotagei dari perspektif yang lebih luas.

Perjalanan tersebut juga membawa kami berkolaborasi dengan berbagai kreator dan VTuber lokal sebagai bagian dari eksplorasi kreatif yang terus berkembang.

Selain itu, kami mulai membangun identitas setiap anggota melalui sesi photoshoot individu. Kami ingin setiap member dikenal bukan hanya sebagai bagian dari Yokai, tetapi juga sebagai individu yang memiliki potensi, karakter, dan semangat yang kuat terhadap wotagei.


Filosofi Kami

Kami percaya bahwa wotagei adalah perpaduan antara:

  • Seni
  • Ritme
  • Kreativitas
  • Disiplin
  • Kerja sama

Wotagei bukan hanya tentang memainkan lightstick atau menghafalkan waza. Setiap gerakan harus menyatu dengan musik, setiap detail harus diperhatikan, dan setiap penampilan harus mampu menyampaikan emosi kepada penonton.

Melalui Yokai, kami ingin menginspirasi siapa pun yang baru memulai maupun yang sedang berkembang untuk terus belajar, bereksperimen, dan menemukan Style mereka sendiri.

Selama masih ada orang yang ingin berkembang dan berbagi semangat yang sama, kami percaya cahaya itu akan terus bersinar!